Pemanfaatan Kembali Sampah di Bank Sampah Inyong

Sampah merupakan hasil sisa dari suatu produk atau barang yang tidak digunakan lagi dan dianggap sudah tidak bermanfaat. Sampah pada dasarnya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu sampah organik dan sampah non organik. Perbedaan yang paling menonjol diantara kedua jenis sampah tersebut yakni pada lamanya waktu yang dibutuhkan untuk terurai. Sampah organik dapat hilang meskipun dibiarkan begitu saja, sedangkan sampah non-organik memakan waktu yang lama meski sudah melalui pembakaran. Oleh karena itu, pemilahan sampah perlu dilakukan untuk menghindari penumpukan sampah.

Penumpukan sampah terutama sampah plastik, kaleng, dan sebagainya yang sulit terurai tentunya sangat tidak nyaman. Selain mengganggu, sampah plastik juga dapat menyebabkan pencemaran baik pencemaran tanah, air, laut, bahkan pencemaran udara, pencemaran tersebut tentunya berdampak buruk pada alam dan dapat menyebabkan penyakit. Namun,  sampah non-organik ternyata masih mempunyai nilai jual apabila dimanfaatkan dan diolah kembali. Pemanfaatan kembali sampah membutuhkan kegigihan dan kesabaran agar tercipta produk yang memiliki nilai estetika dan ekonomi. Pemanfaatan kembali sampah sudah dilakukan di beberapa kota di Indoesia salah satunya yaitu di Purwokerto dengan nama “Bank Sampah Inyong”.

Bank Sampah Inyong merupakan salah satu tempat yang memprakarsai adanya pemanfaatan kembali sampah menjadi kerajinan tangan yang didirikan oleh Ibu Nurhayatni. Bank Sampah Inyong ini tepatnya berdiri di Desa Kutasari RT01/02, Gang Remaja, Pabuaran pada tahun 2014. Konsep Bank Sampah Inyong ini seperti menabung sampah dimana orang-orang yang menabung mendapat imbalan berupa uang atau dapat ditukar dengan sembako. Ide ini muncul pada awalnya karena Ibu Nurhayatni merasa tidak nyaman di lingkungannya banyak sekali sampah. Berikut beberapa contoh produk kerajinan yang diproduksi oleh Bank Sampah Inyong:

Bank Sampah Inyong menjual produknya secara offline dan online, Bank Sampah Inyong sering mengikuti pameran-pameran dan bekerja sama dengan Rumah BUMN Purwokerto sebagai pusat edukasi UMKM kreatif. Ibu Nurhayatni, selaku pengelola juga sering diundang sebagai narasumber pada workshop dan webinar tentang pemanfaatan sampah. 

Selain beberapa contoh di atas, tentunya masih banyak sekali kerajinan yang dihasilkan oleh Bank Sampah Inyong. Bagi para pembaca dan teman-teman sekalian yang tertarik dapat menghubungi beberapa kontak di bawah ini: 

Whatsapp : 081390803867

Instagram : @banksampahinyong


Komentar